Yuk Wisata Alam Di Gua Pawon Padalarang Bandung

Bandung lagi-lagi menjadi pilihan destinasi wisata terutama bagi warga Jakarta dan sekitarnya. Meskipun bangunan menjulang tinggi juga tersebar di bandung, tetapi kota ini masih terdapat sisi hamparan hijau yang menjadi penyeimbang dari gemerlap metropilistan. Tidak cukup sehari untuk menjelajahi wisata alam di bandung, dari wisata alam yang menyuguhkan private area, relax sensation hingga adrenalin, semua ada di bandung. Gua Pawon, cocok bagi anda yang ingin berwisata alam dengan unsur pendidikan didalamnya. Berikut adalah ulasan mengenai gua pawon.

Lokasi Gua Pawon Bandung

            Berada di Bandung bagian barat, Gua Pawon lebih tepatnya berada di Desa Gunung Masingit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Untuk mencapai tempat wisata di bandung ini anda dapat tiba di stasiun padalarang, lalu dilanjutkan menggunakan angkot jurusan padalarang-rajamandala. Selama 40 menit perjalanan, berhentilah di jalan ciburuy, Padalarang, tepat di depan gerbang. Lalu lanjutkan perjalanan anda dengan berjalan kaki selama kurang lebih 30 menit atau menggunakan ojek untuk menghemat tenaga.

HTM nya cukup Rp 5.500/orang sebagai tariff tiket masuk Gua Pawon. Jangan lupa untuk selalu menanyakan ongkos angkot atau ojek kepada penduduk sekitar, guna menghindari penipuan harga yang luar biasa mahalnya. Bagi anda yang berwisata bersama keluarga dengan kendaraan pribadi, dari pusat kota Bandung, anda dapat mengambil arah tol Purbaleunyi menuju arah Cianjur.  Keluar dari jalan tol, tepat kawasan Tagog Apu, lurus menyusuri sepanjang jalan, anda akan menemukan gapura Gua Pawon di sebalah kanan jalan.

            Bila anda berwisata di Gua pawon, rugi rasanya bila anda melewatkan spot taman alam. Situs stone garden wajib anda kunjungi, letaknya berada di puncak Gunung Pawon, dengan ketinggian 908 meter diatas permukaan laut. Bila menuju Goa Pawon, anda harus memilih jalan paving dengan beberapa monyet yang berkeliaran, jalan setapak adalah jalan yang menghantarkan anda untuk menuju stone garden, disana terdapat plang bertuliskan Taman Bantu, Pasin Pawon.

Jangan lupa untuk memakai sepatu kets atau sandal gunung, karena anda kana melewati jalanan yang curam, terjal dan licin., dengan kemiringan 45o. sekita 1km jarak yang harus ditempuh dari area parkir. Jangan khawatir, sepanjang perjalanan, kurang lebih 500 meter dari titik start, anda bisa beristirahat sejenak di gubuk kecil yang menyediakan juga air mineral dan beberapa makanan.

Alternatif lain yang lebih dekat menuju tempat ini adalah melalui Masjid Al-Ikhlas, disamping tepat masjid ini terdapat jalan menuju Stone Garden, jalannya tidak menanjak dan luas, cocok untuk anda yang tidak ingin merasa capai. Dari masjid menuju stone garden anda hanya akan berjalan sekitar 400 meter. Untuk menuju Stone Garden, cukup membayar Rp 3.000 saja.

Sejarah Gua Pawon Padalarang    

            Taman Wisata di Bandung yang satu ini terkenal dengan fakta sejarah dan misteri yang ada didalamnya. Berlokasi di area penambangan batu kapur Padalarang, Gua ini memiliki panjnag 38 meter dan lebar 16 meter. Dinamakan Pawon (dapur), karena pada tahun 1930-1935 ditemukannya peninggalan zaman preneolitik, seperti anak panah, pisau, penyerut, gelang batu dan benda-benda prasejarah yang mencirikan dapur pada umumnya. Sejarah mulai menyeruak ketika ditemukannya fosil tengkorak dan rahang manusia purba di bagian utara Gua Pawon. Menurut hasil penelitian, fosil yang ditemukan menupakan manusia ras mongoloid. Namun demi menjaga situs purbakala ini, maka fosil yang ditemukan dibawa dan disimpan di Balai Arkeologi , Cileunyi, Bandung.

Mitos Gua Pawon

            Masyarakat indonesia yang masih sangat kental dengan kearifan lokalnya, masih mempercayai legenda atau mitos yang berkembang dari mulut ke mulut. Pun juga untuk Gua Pawon, lokasinya yang berada di pegunungan, tak ayal adanya mitos yang melegenda seputar Gua Pawon. Selain gua ini pernah ditinggali manusia purba, cerita lain yang berkembang adalah Gua ini, konon ceritanya pernah ditempati oleh perempuan sunda, yaitu dayang sumbi. Cerita tangkuban perahu yang melegenda, dikaitkan dengan keberadaan si dayang sumbing karena letak gunung masigit dan tangkuban perahu yang menyambung. Entah darimana asal muasal cerita ini, percaya atau tidak percaya, mitos ini dipercaya oleh sesepuh masyarakat yang tinggal disekitar pegunungan masigit.

Situs Gua Pawon Dan Stone Garden

           Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampau. Setidaknya peribahasa ini mencerminkan bila anda berwisata di are pegunungan magisit ini. Bagaimana tidak, sekali perjalanan, anda bisa berkunjung di Gua Pawon dan juga Taman Batu atau yang dikenal dengen Stone Garden. Setelah memasuki gerbang utama, bagi anda yang ingin berkunjung ke Gua pawon, alangkah baiknya anda memilih waktu di pagi hari. Sekedar berhati-hati, untuk tidak membawa kantung kresek atau makanan, minuman dan benda-benda yang menarik perhatian para monyet ini, karena monyet-monyet ini berkeliaran sepanjang jalan paving menuju Gua Pawon.

            Sekitar area Gua Pawon, terdapat mushola yang menyerupai bale-bale, karena didesain dengan ornament kayu, ijuk dan gerabah. Disini juga terdapat Gazebo untuk peristirahata sebelum trekking ke Gua Pawon. Sesampainya di Gua Pawon, anda akan mencium bau yang menyengat akibat kotoran kelelawar, jadi pastikan anda membawa penutup mulut jika dirasa anda tidak kuat akan baunya. Mulut Gua Pawon memiliki ukuran yang tidak begitu kecil, hampir ukuran standar gua-gua yang memiliki ruangan besar didalamnya.

            Memasuki ruang pertama, pengunjung akan disuguhi situs purbakala yang tidak boleh disentuh oleh pengunjung. Tetapi jangan terkecoh, tengkorak manusia yang terpajang disitu hanyalah replika dari fosil yang pernah ditemukan. Sedikit turun diagian bawah sisi kiri, anda akan menemukan spot yang ciamik untuk berfoto diarea tersebut. Banyak dikerumuni oleh wisatawan, karena spot ini terdapat sinar matahari yang menembus ke ruang goa secara satu arah.

            Bila cukup menjelajah sisi gua, anda bisa melanjutkan perjalanan menuju Stone Garden. Berada diatas gua pawon, tepatnya di puncak Gunung Pawon, Girimulya, Desa Masigit, sekitar 15 sampai 35 menit anda akan sampai dilokasi ini. Area dengan luas 2 hektar  ini merupakan kumpulan batu-batu besar yang terstruktur, sehingga secara keselurahn membentuk taman alam formasi bebatuan. Dari puncak stone garden anda dapat melihat hamparan bebatuan yang menyerupai fosil-fosil koral. Usut punya usut, bila dicermati secara detail, bebatuan ini ada yang berbentuk karang, fosil tumbuhan laut, yang dulu hidup berjuta-juta taun yang lalu. Sehingga banyak yang mempercayai, lokasi ini dulunya adalah lautan yang terangkat ke atas dikarenakan gempa. Terdapat juga beberapa orang yang mempercayai, stone garden merupkana saksi bisu sejarah dari adanya danau zaman purba yang menyusut akibat perbuhan cuaca, lalu membuahkan cekungan yang sekarang merupakan Kota Bandung.

            Dari puncak stone garden, pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan hijau yang terhampar luas seantero Kota Bandung. Untuk mendapatkan pemandangan yang indah, ada baiknya anda datang di waktu pagi atau sore hari, namun lebih baik lagi untuk melihat perkiraan cuaca, sekedar untuk berjaga-jaga karena anda akan berkunjung ke kawasan pegunungan.

            Demikianlah ulasan mengenai tepat wisata di Bandung yang dapat memberikan anda dua tempat wisata sekaligus dalam satu lokasi dengan harga yang murah meriah. Jangan lupa untuk menyiapkan stamina yang kuat, bekal yang cukup dan outfit yang tepat bila anda ingin berkunjung di Gua Pawon dan Stone Garden sekaligus. Selamat berwisata.

Leave a Reply